Hubungan perpustakaan dengan ilmu sosial dan humaniora
HUBUNGAN PERPUSTAKAAN DENGAN ILMU SOSIAL
DAN HUMANIORA
Abstrak
Perpustakaan pusat sumber informasi bagi masyarakat luas.
Perpustakaan menyediakan sumber informasi yang bermanfaat untuk kemajuan
intelektual manusia dalam kehidupan sosial dan berbudaya. Ilmu humaniora
merupakan ilmu yang mempelajari tentang hakikat-hakikat kemanusiaan. Antara
humaniora dan perpustakaan memiliki hubungan yaitu jika ilmu humaniora mengkaji
tentang kemanusiaan, maka ilmu perpustakaan mengkaji tentang sumber informasi
yang ditujukan untuk manusia itu sendiri.
Keyword
:Perpustakaan, Sumber Informasi, Humaniora.
I.
PENDAHULUAN
Perpustakaan
merupakan suatu tempat yang dikatakan sebagai pusat sumber informasi. Di dalam
perpustakaan disediakan segala macam bentuk koleksi yang digunakan untuk
menunjang kemampuan serta pengetahuan para penggunanya. Pengguna perpustakaan
adalah para pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. Ilmu perpustakaan sendiri
merupakan ilmu yang mempelajari tentang perpustakaan mulai dari pengadaan bahan
pustaka, pengolahan, pelayanan, serta pelestarian dan segala macam bentuk
kegiatan yang ada di perpustakaan.
Ilmu perpustakaan ternyata memiliki hubungan
dengan ilmu-ilmu lainnya. Salah satunya adalah hubungan antara ilmu
perpustakaan dengan ilmu sosial
humaniora. Ilmu perpustakaan yang dikaitkan dengan ilmu sosial humaniora ini
tentunya karena perpustakaan yang merupakan lembaga penyedia informasi kepada
masyarakat umum. Karena yang menjadi objek pelayanan perpustakaan merupakan
masyarakat, maka dalam ruang lingkup perpustakaan juga akan dipelajari mengenai
hubungan sosial kemasyarakatan yang berkaitan erat dengan ilmu sosial
humaniora.
II.
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Perpustakaan
Perpustakaan merupakan salah satu pusat
informasi, dan informasi yang ada di perpustakaan tentunya sudah diseleksi,
dihimpun, diolah, dipersiapkan, dan dikemas dengan baik sehingga semua
informasi yang ada di perpustakaan benar-benar telah dikaji dan dianalisis
serta dipertimbangkan kegunaannya.[1]
Perpustakaan berupaya untuk memelihara
dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas belajar mengajar. Perpustakaan yang
terorganisasi secara baik dan sistematis, secara langsung atau tidak langsung
dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di tempat perpustakaan
tersebut berada.
2.
Pengertian
Ilmu Sosial Humaniora
Humaniora menurut kamus besar bahasa
Indonesia adalah salah satu ilmu pengetahuan yang mempelajari apa yang
diciptakan atau diperhatikan manusia (dipertentangkan dengan ilmu pengetahuan
alam). Pengertian lain menyebutkan, bahwa humaniora adalah ilmu yang berkaitan
dengan rasa seni yang dimiliki oleh manusia, seperti seni sastra, music, pahat,
lukis dan sebagainya.[2]
Istilah humaniora merupakan turunan dari
bahasa latin kuno humanus yang
berarti manusiawi, berbudaya dan halus. Dalam bahasa inggris, sepadan dengan
istilah the humanities, yang berarti
nilai kita sebagai manusia berbudaya. Encyclopaedia of britanica mengartikan the humanities sebagai suatu pengetahuan
yang berkenaan dengan nilai-nilai manusia dan ekspresi-ekspresi dari jiwanya.
Ada juga sebagian orang yang mendefinisikan humaniora sebagai seperangkat sikap
dan perilaku moral manusia terhadap sesamanya.[3]
3.
Hubungan
Ilmu Sosial Dengan Ilmu Sosial Humaniora
Humaniora merupakan ilmu-ilmu
pengetahuan yang membuat manusia lebih manusiawi dan lebih berbudaya.[4] ilmu
humaniora hampir sama seperti ilmu sosial. hanya saja yang membedakan adalah
ilmu sosial lebih membahas kepada hubungan antar manusia sedangkan humaniora
hanya berfokus kepada manusianya itu sendiri.
Perpustakaan memiliki beberapa fungsi,
diantaranya yaitu fungsi pendidikan dan fungsi kebudayaan. Perpustakaan
menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun
koleksi lainnya sebagai sarana untuk menerapkan tujuan pendidikan. Melalui
fungsi perpustakaan sebagai sarana pendidikan inilah pengguna perpustakaan
mendapat kesempatan untuk mendidik diri secara berkesinambungan dan
membangkitkan serta mengembangkan minat yang telah dimiliki pengguna yaitu dengan
mempertinggi kreativitas dan kegiatan intelektualnya. Dengan adanya
perpustakaan pengguna juga mampu untuk mempertinggi sikap sosial dan
menciptakan masyarakat yang demokratis.
Fungsi lainnya yaitu fungsi kebudayaan.
Dengan sumber informasi yang ada di perpustakaan, pengguna dapat meningkatkan
mutu kehidupannya dengan memanfaatkan berbagai informasi sebagai rekaman budaya
bangsa untuk meningkatkan taraf hidup dan mutu kehidupan manusia baik secara
individu maupun secara kelompok. Selain itu, pengguna juga dapat mengembangkan
sikap dan sifat hubungan manusia yang positif serta menunjang kehidupan antar
budaya secara harmonis.[5]
Dari pengertian serta fungsi
perpustakaan diatas dapat kita ketahui bahwasanya ilmu sosial humaniora
merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku, kehidupan sosial, sifat dan
sikap, budaya serta intelektual manusia itu sendiri. Lalu hubungan antara
sosial humaniora dengan perpustakaan adalah perpustakaan merupakan media yang
dijadikan sebagai tempat manusia mengembangkan bukan hanya intelektualnya saja
melainkan sikap-sikap sosial dan lainnya agar dapat meningkatkan taraf
kemanusiaan pada manusia tersebut. perpustakaan menyediakan berbagai media
informasi yang dapat menjadikan manusia menjadi lebih cerdas dan pintar dalam
meningkatkan kemampuannya untuk bersosial dan berbudaya.
III.
KESIMPULAN
Dari
paparan mengenai hubungan ilmu sosial humaniora dengan perpustakaan diatas
dapat diambil kesimpulan bahwasanya manusia akan menjadi lebih manusiawi dalam
kehidupan sosial dan budayanya apabila ia memiliki kemampuan intelektual dan
sifat literasi yang tinggi. Untuk menggapai hal tersebut tentunya manusia harus
memiliki banyak pengetahuan dan informasi. Perpustakaan merupakan sebuah tempat
yang menyediakan banyak sekali jenis dan bentuk informasi yang dapat
dimanfaatkan oleh manusia sebagai tempatnya mengembangkan kemampuan dan
keterampilan serta intelektualitas dan kreatifitas dalam kehidupan bersosial
dan berbudaya.
[1] Wiji Suwarno, Organisasi Informasi Perpustakaan,
(Jakarta: Rajawali Pers, 2016)
[2] Darmadi, Integrasi Agama Dan Ilmu Pengetahuan, (Yogyakarta, Diandra Kreatif,
2017)
[3] Lutfi Mustofa, Pendidikan Humaniora Pesantren, (Jurnal
El-Hikmah Fakultas Tarbiyah Uin Maliki Malang)
[4] Suwarno, Sekolah: Belajar Atau Mendidik?, (Yogyakarta: Kanisius, 1998)
[5] Darmono, Perpustakaan Sekolah. (Jakarta: Grasindo, 2017)
Komentar
Posting Komentar