JENIS-JENIS KOLEKSI PERPUSTAKAAN

JENIS-JENIS KOLEKSI
TERCETAK DAN NONCETAK DI PERPUSTAKAAN

Koleksi perpustakaan merupakan segala jenis media informasi yang dimiliki oleh perpustakaan. ada banyak sekali jenis koleksi perpustakaan hal ini disebabkan dampak dari perembangan teknologi informasi yang semakin hari semakin canggih sehingga mempengaruhi bentuk media penyimpanan informasi termasuk yang ada di perpustakaan saat ini. media informasi dapat di klasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi tergantung kepada bagaimana cara melihatnya (Agus, N.d).

A. Dilihat dari sifat media
1. Media audio
Yaitu media yang hanya dapat didengar saja, atau media yang hanya memiliki unsur suara, seperti radio dan rekaman suara.
2. Media visual
Merupakan media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara. yang termasuk ke dalam media ini yaitu: Film slide, Foto, Transparansi, Lukisan, Gambar, dan berbagai bentuk bahan yang dicetak seperti media grafis.
3. Media audiovisual
Yaitu jenis media yang mengandung unsur suara yang dapat didengar  dan unsur gambar yang dapat dilihat. contohnya seperti rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya.

B. Dilihat dari kemampuan jangkauannya
1. Daya liput yang luas
Merupakan media yang memiliki daya liput luas dan serentak seperti radio dan televisi. Melalui media ini semua orang bisa melihat kejadian atau mengetahui informasi secara serentak tanpa harus bersama-sama tanpa memerlukan ruangan khusus.
2. Daya liput terbatas
Media yang mempunyai daya liput terbatas oleh ruang dan waktu. Seperti film slide, film, video, dan lain sebagainya.

C. Dilihat dari cara atau tekhnik pemakaiannya
1. Media Yang Diproyeksikan
Merupakan jenis media yang memerlukan alat proyeksi khusus, seperti film projector yang digunakan untuk memproyeksikan film, slide projector untuk memproyeksikan film slide, overhead projector (OHP) untuk memproyeksikan transparansi. tanpa dukungan alat projeksi semacam ini, maka media seperti film, slide, film strip, transparasi dan lain sebagainya tidak akan berarti apa-apa.
2. Media yang tidak diproyeksikan
Media ini merupakan jenis media yang tidak memerlukan alat khusus untuk menampilkan informasi yang dikandungnya. contoh media ini adalah seperti gambar, lukisan, buku tercetak, dll.

D. Dilihat dari cara terbit dan bentuk penampilannya
1. Monograf (buku)
Ciri-ciri monograf adalah sebagai berikut:
isinya membahas satu permasalahan pokok, kalaupun terdiri dari beberapa makalah (misalnya dalam prosiding seminar) maka semua makalah berhubungan dengan tema pokok dari seminar tersebut.
berjilid.
mempunyai halaman judul.
terdapat daftar isi.
teks yang dibagi dalam bab–bab.
terdapat lembar pendahuluan dan/ atau kata pengantar.
terbit dalam satu jilid atau beberapa volume dengan bentuk jilid sama.
umumnya memiliki ISBN (International Standard Book Number).
2. Monograf seri
Memiliki ciri umum seperti monograf (butir 1), tetapi di samping itu mempunyai judul seri yang tetap, dan memiliki nomor seri yang berkesinambungan. selain ISBN (International Standard Book Number), pada monograf seri juga memiliki ISSN (International Standard Serial Number).
3. Monograf Analitik
memiliki ciri umum seperti monograf namun isinya terdiri dari sekumpulan makalah yang berdiri sendiri, namun satu sama lainnya saling berhubungan dalam satu subjek. jenis monograf ini juga memiliki ISBN.
4. Monograf analitik berseri
monograf ini memiliki ciri umum seperti monograf analitik juga monograf berseri. pada monograf analitik berseri terdapat judul seri yang tetap disertai nomor seri yang berkesinambungan, biasanya ada ISBN dan ISSN. ada juga yang hanya memiliki ISBN.
Bahan pustaka yang tergolong sebagai monograf adalah:
Manual/buku pedoman.
Handbook/buku pegangan.
Thesis, disertasi, skripsi.
Ensiklopedi.
Prosiding.
Direktori.
Buku statistic.
Bibliografi tunggal.
Buku teks.

5. Terbitan berseri (serial)
Ciri-ciri terbitan berseri/berkala, yaitu:
memiliki judul seri, yang selalu sama pada setiap nomor penerbitan.
publikasi yang diterbitkan secara berturut-turut, bernomor, bervolume, umumnya memiliki jangka jangka waktu terbit (frekuensi) tertentu.
isinya terdiri dari artikel-artikel, ada pula yang berartikel tunggal.
terdapat halaman editor/redaksi.
daftar isi merupakan daftar artikel yang dimuat.
Contoh-contoh terbitan berseri  yaitu:
majalah, bulletin, warta, journal, newletter, warkat warta, risalah.
laporan tahunan, bulanan, mingguan.
buku tahunan, yearbook.
serial.
seri monograf, monograf berseri.

6. Terbitan yang bersifat sementara
Ciri-ciri terbitan sementara yaitu:
bersifat selebaran/pengumuman.
bentuknya kecil, mudah dibawa.
isinya tidak lengkap, mudah dipahami.
terbit tidak teratur.
Contoh terbitan sementara antara lain yaitu:
Brosur.
leaflet.
pamphlet.
selebaran.
reprint.
7. Bahan pustaka bukan buku
Ciri dan contoh bahan pustaka bukan buku yaitu:
materi yang mempunyai objek: atlas, grafik, diagram, poster, lukisan, foto, slide.
rekaman suara:  pita suara, piringan hitam, CD (compact disk), kaset.
media pandang dengar: film bersuara, slide bersuara (sound slide), pita video, piringan perak video (CD), microfiche, microfilm.
materi elektronik, optic, magnetic: CD ROM, disket, pita magnetic.
kombinasi berbagai material dalam satu kesatuan: kit pendidikan, kit FAO, kit penyuluhan.

8. Bahan pustaka referens
Bahan referens adalah buku-buku atau koleksi perpustakaan yang berisi informasi yang umumnya disajikan secara sistematis dan diperuntukkan bagi pembaca yang memerlukan informasi pelengkapatau tambahan pada waktu membaca bahan pustaka umum. Misalnya jika memerlukan arti dari suatu kata maka pembaca membutuhkan bantuan berupa kamus. Bahan pustaka referens dapat terdiri dari monograf, monograf berseri, seri monograf, dan serial (majalah). Yang termasuk jenis bahan referensi yaitu kamus, ensiklopedia, direktori, buku statistic, bibliografi, indeks, abstrak, almanac, atau yearbook (Surya, 2000).

Sumber:
Rifai, Agus. Teknologi Media Informasi di Perpustakaan.
Mansur, Surya. 2000. Mengenal Bahan Pustaka dan Cara Mengelolanya. (Bogor: badan penelitian dan pengembangan pertanian)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan perpustakaan dengan ilmu sosial dan humaniora